Senin, 08 Januari 2018

Budidaya Ikan Hias (Berdasarkan Pengalaman)

Halaman Terkait:
Beranda (Home)

Daftar Ikan Hias Glorious Betta

Daftar GT-Series, Medan dan Import

Selamat datang di website glorious betta. Pada kesempatan kali ini izinkan saya sharin pengalaman mengenai beternak ikan cupang. Kritik dan sarang yang membangun sangat dinantikan oleh kami.
Baik langsung saja, berikut cara beternak ikan cupang:

1. Pemilihan Media. Media yang dapat digunakan yaitu ember, aquarium, sterofoam dll. Pada tahap ini saya menyarankan sterofoam dikarenakan suhu udara lebih stabil.
Foto Adriel Valiant.

2. Air yang digunakan adalah air yg sudah di endapkan. berikan sedikit garam kira2 seujung jari saja.

3. Porongan plastik untuk tempat jantan membuat sarang. Tujuan pakai plastik supaya mudah untuk mengontrol apakah ikan sdh bertelur atau belum

4. Setelah semua siap, masukan air kira-kira 20 - 30 cm

5. Jodohkan ikan. Taruh jantan di tempat pijah, sementara masukkan betina dalam wadah transparan

6. Setelah sehari semalam, jantan akan membuat sarang. Jika sarang sudah banyak satukan jantan dan betina.
catatan: Jika jantan agresif dan hendak memukul betina walaupun belum disatukan, kemungkinan besar jantan belum matang untuk menikah atau belum jodoh nya. Jangan di paksakan karena akan merusak betina.

7. Biarkan mereka melakukan proses pijah. Jangan terlalu sering diintip krn bisa menyebabkan ikan setres.

8. Biasanya dalam waktu satu atau dua hari setelah digabungkan, betina akan bertelur. Ikan jantan akan meletakkan telur-telurnya pada busa/buih yang telah tersedia sebelumnya. Telur akan nampak dalam busa/buih berwarna putih kekuningan

9. Tanda-tanda betina sudah selesai bertelur: ikan betina akan berada di pojokan/di sudut atau jauh dari busa yang dijaga si jantan. Pada saat itu, si jantan sangat agresif untuk menjaga telurnya, karena sebagian besar betina suka memakan kembali telur-telurnya.

10. Agar telur terjaga, maka sebaiknya indukan betina dipindahkan dari media pemijahan. Tetapi, kalau indukan betina masih beriringan dengan si jantan di bawah tumpukan buih, berarti indukan betina tersebut masih ingin bertelur, dan tunggu sampai indukan betina diusir ke pojok atau jauh dari busa/buih baru betina dipindahkan.

11. Telur cupang hias biasanya akan menetas dalam masa 2 atau 3 hari, 1.       Anak ikan yang baru menetas ( Burayak ), biasanya masih berada di bawah tumpukan busa dan masih tampak halus sekali. Sampai tahap ini, burayak belum perlu diberi makan

12. Di kondisi ini, si jantan masih sangat agresif dan sensitive menjaga anakannya. Biasanya kalau air tergoncang, atau si jantan terkejut, maka dengan reflek si jantan akan segera mengumpulkan anak ikan (burayak) ke dalam mulutnya, sehingga terkesan si jantan memakan anaknya. Bila keadaan dirasakan aman, maka si jantan akan mengembalikan anak ikan tadi ke busa/buih.

13. Di hari ke-lima setelah menetas, burayak sudah mesti diberi makan. Sebaiknya pakan yang diberi adalah kutu air. Alternatif lainnya adalah artemia (tentang artemia dan kulturnya teman-teman dapat mengakses video berikut:  Cara Menetaskan Artemia  ).

14.  Sampai di umur 14 hari, burayak masih boleh berada di media pemijahan.

15. Lewat dari 14 hari adalah masa pembesaran. Pisahkan jantan dari anak ikan dan pindahkan anakan ke tempat atau wadah yang lebih besar seperti kolam, akuarium besar, ember besar dll.

16. Untuk mempercepat proses pembesaran, beri makan kutu air secukupnya 3 sampai 4 kali setiap hari. Bisa di selingi dengan bloodworm (cacing darah).



Beberapa kegagalan dalam pemijahan:
a.    Suhu udara yang tidak stabil, sering berubah secara drastis. Solusinya, gunakan Heather (alat pengatur suhu udara otomastis, biasanya dijual di took-toko aquarium/ikan hias, dengan harga mulai 45rb)
b.      Kekurangan makanan. Solusi, Pemberian makanan harus teratur
c.     Kondisi air yang tidak bagus, sehingga menimbulkan jamur. Solusinya, air selalu dikontrol tiap hari. Bila dirasa perlu, air bisa dikuras dengan terlebih dahulu memindahkan anakan ikan. Ini bisa dilakukan di usia ikan 10 hari ke atas.
d.   Dan yang terakhir adalah anak ikan habis dimakan si jantan (bisa karena faktor genetik indukan jantan, bisa juga karena si jantan terkejut dan  merasa kondisi terancam). Kalau faktor genetic solusinya tidak ada, ke depannya indukan ini tidak usah di pijah lagi. Kalau faktor terkejut, solusinya usahakan waktu mendekati media pemijahan usahakan ikan tidak terkejut. 


Selamat Mencoba ^^


Jika teman-teman berniat mencari indukan berkualitas maupun indukan untuk belajar budidaya, teman-teman bisa klik link berikut ini :


Beranda (Home)

Produk Tersedia:
Ikan Hias  :  Daftar Ikan Hias Glorious Betta
Ikan Laga :Daftar GT-Series, Medan dan Import

Produk Terkait:
Herbal Pengeras Sisik dan Dopping

Sharing Ilmu dan Diskusi :

Jika anda berminat atau memiliki kritik dan saran bisa kontek kami melalui link di bawah ini:

Glory with Glorious Betta.
Trimakasih :)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar